Categories
INFORMASI

Komunikasi Menentukan Arah Opini Publik

Komunikasi Menentukan Arah Opini Publik ! Dalam perkembangan zaman yang kini kian canggih dengan difasilitasi oleh teknologi yang semakin maju. Indonesia salah satunya, menjadi tempat penerimaan teknologi dari luar negeri yang selalu booming dan hangat dipergunakan oleh masyarakatnya. Hal tersebut mempengaruhi salah satu ilmu pengetahuan dan proses-proses lainnya yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Yakni, salah satunya ilmu komunikasi.

Komunikasi menjadi media untuk bersosialisasi dengan orang-orang, media yang sangat efektif, baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Penyebaran informasi pun kini dapat dilakukan secara cepat dan bisa didapatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Maka dari itu, komunikasi menentukan arah opini publik.

Opini Publik Berkaitan Dengan Spiral of Silence Theory

Lalu mengapa komunikasi bisa menjadi arah opini publik ?

Alasannya sederhana, opini masyarakat yang pertama kali dilontarkan atau opini yang menjadi mayoritas menjadi teori komunikasi muncul, yakni spiral of silence atau spiral keheningan.

Dikatatakan komunikasi menentukan arah opini publik karena pada teori tersebut menjelaskan, bahwa jika ada seseorang yang memiliki opini yang berbeda dari khalayak lainnya maka ia cenderung menyimpan dan memendam sendirian. Opini yang ia miliki dipatahkan oleh orang-orang yang mempunyai opini mayoritas lebih banyak.

Sebagai contoh, peristiwa penusukan Menkopolhukam, Wiranto. Pada Oktober 2019 lalu, kasus penusukan tersebut membuat reaksi hangat diperbicangkan oleh masyarakat Indonesia. Informasi yang disebar dengan cepat melalui beberapa media sosial, menuai komentar yang yang beragam. Istilah warganet atau netizen, ada yang prihatin tetapi ada yang acuh tak acuh, bahkan ada yang merasa kasus tersebut adalah skenario.

Opini yang menjadi minoritas maka menjadikan komunikasi menentukan arah opini publik, dilain sisi cenderung takut untuk mengungkapkan apa yang ada dipikirannya. Minoritas ini beranggapan, bahwa jika ia mengungkapkan hal-hal yang bertentangan atau kontra di pikiran masyarakat maka yang terjadi adalah tidak didengar, diacuhkan, dan lebih parah adalah bullying.

Namun, ada point utama dari komunikasi menentukan arah opini publik ialah pada spiral of silence theory ini. Bagian dikatakan spiral yakni, ketika kaum minoritas beranggapan tetapi jika dikumpulkan dan mencoba mencari dukungan yang memihak pada opininya tersebut, karena ada perasaan yang tentunya ingin didengar atau mungkin keinginan untuk sebagian orang mengikuti opininya. Sederhananya, kaum minoritas bisa berubah menjadi mayoritas. Perputaran yang dilaluinya seperti bentuk yang spiral, yang jika dilihat dari bawah mulanya kecil tetapi lama kelamaan menjadi besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *