Categories
Uncategorized

Cara Menanam Bawang Merah Di Rumah

Pernahkah kita berpikir daripada beli bawang merah yang harganya naik turun, lebih baik menanam sendiri. bahkan berpikir untuk berjualan bawang merah hasil tanaman sendiri. Sebenarnya itu sangat realistis dilakukan. Sebab cara menanam bawang merah di rumah sangat mudah dilakukan.

cara menanam bawang merah di rumah

Baca juga artikel lain di : http://www.wakra.net/

Syarat Tanaman Bawang Merah Dapat Tumbuh

Sebelum membahas panjang lebar caranya. Perlu kiranya kita mengetahui mungkinkah bawang merah hidup tidak di sawah atau kebun. Jawabannya mungkin asalkan syarat-syarat kondisi lingkungan yang memungkinkannya tumbuh dapat terpenuhi. Pertanyaannya adalah apa saja syarat tersebut?

Bawang merah adalah jenis tanaman yag memang bisa tumbuh di iklim tropis. Sebab tumbuhan ini butuh mendapatkan sinar matahari selama 12 jam dalam sehari. Ia dapat hidup baik di dataran rendah maupun tinggi, tepatnya antara 0-900 meter diatas permukaan laut. Dengan suhu antara 25-35 derajat Celsius.

Hidup di tanah yang mengandung subur dengan pH keasaman pada tingkat antara 5-5,7. Selama semua itu terpenuhi bawang merah dapat hidup.

Sekilas Tentang Cara Menanam Bawang Merah Di Rumah

Caranya sama dengan tahapan penanaman bawang merah pada umumnya. Mulai dari penyiapan media, penyiapan bibit, penanaman, perawatan, pemanenan dan perlakuan pasca panen. Hanya saja secara teknisnya berbeda-beda disesuaikan dengan media yang digunakan.

Model-Model Metode Penanaman Bawang Merah di Rumah

Perbedaan mendasar adalah dalam hal penggunaan media. Ada tiga macam model cara menanam bawang merah di rumah. Model tersebut antara lain dengan menggunakan tanah dengan pot, tanah dengan polybag dan teknik hidroponik (tanpa tanah).

Namun pada artikel kali ini kita hanya mempelajari menggunakan pot dan polybag. Sebab penggunaan teknik hidroponik memerlukan penjelasan yang cukup mendalam. Demi supaya lebih jelas lebih baik dijelaskan dalam tulisan tersendiri.

Langkah Menanam Bawang Merah Menggunakan Tanah Pot & Polybag

Cara menanam bawang merah di rumah langkah-langkahnya sudah dijelaskan diatas. Langkah tersebut dapat secara singkat dijabarkan sebagai berikut.

  1. Penyiapan tempat

Langkah pertama adalah menyiapkan tempat menanam dan media tanamnya. Siapkan pot atau polybag tempat menanamnya. Berikan tanah subu serta campurkan pupuk di setiap pot yang digunakan.

  • Siapkan Bibitnya

Bibit bisa didapatkan dengan membeli di toko pertanian atau menggunakan bawang merah sisa memasak. Pilih yang paling baik. Tandanya adalah tidak ada bercak hitamnya. Saat hendak menanamnya potong sedikit ujungnya agar lebih cepat tumbuh tunasnya. Namun apabila sudah muncul daun dan akar di bawang tersebut tidak perlu dipotong.

  • Penanaman

Tanam dalam pot yang sudah disiapkan tersebut. Jangan terlalu dalam, kira-kira ¾ bagian bawang. Tanamlah dengan sedikit memutar seperti sekrup. Jangan terlalu di tekan saat menanamnya

apabila menanam di pot yang besar dapat diberi jarak 15×15 cm atau 20x20cm. Supaya pertumbuhan umbi bawangnya nanti memiliki cukup ruang. Namun apabila menggunakan pot yang kecil cukup ditanam satu persatu.

  • Pemeliharaan

Pada tahap pemeliharan hal yang perlu diperhatikan adalah masalah penyiraman, pemupukan, penjagaan dari gulma, hama dan penyakit layu.

Penyiraman dilakukan secara rutin setiap hari. Pada 10 hari pertama dilakukan setiap pagi dan sore hari. Setelah diatas 10 hari, saat sudah tumbuh daun cukup sekali sehari. Saat menyiram jangan sampai air menggenang.

Pemupukan lanjutan dilakukan setelah satu bulan ditanam. Penggunaannya perlu diperhatikan. Ada dua jenis pupuk yang bisa digunakan yaitu pupuk untuk membesarkan daun dan pupuk untuk membesakan buah. Pilihlah sesuai alasan menanam bawang merah apakah diambil daun atau bawangnya.

Penjagaan dari gulma dan hama harus dilakukan. Gulma atau tanaman liar di sekitar pot sebaiknya senantiasa dibersihkan agar penyerapan mineral sempurna.

Hama yang mungkin muncul adalah ulat. Dapat dilihat di daun berwarna putih. Biasanya juga terlihat daun yang dimakan ulat. Solusinya bisa diambil secara manual atau disemprot pestisida. Terkadang penyakit layu bisa menyerang. Biasnaya disbabkan karena jamur. Solusinya adalah membuang jauh-jauh tanaman yang sudah terkena jamur agar tidak menular.

  • Pemanenan

Pemanenan dilakukan kurang lebih pada hari ke 60. Tanda siap dipanen adalah daun bawang yang namak rebah 70%. Ini tandanya bawang sudah cukup tua untuk dipanen. Selain itu juga bisa dilihat salah satu tanaman apakah ukurannya sudah cukup untuk dipanen.

  • Pengeringan

Setelah dipanen bawang dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih 2 minggu. Supaya mendapatkan bawang yang kadar airnya pas. Baru setelah itu bawang bisa dikonsumsi atau dijual.

Saat sudah kering lebih baik bawang disimpan dengan diikat digantung bersama daunnya. Serta sebaiknya tidak dicampur dengan komoditi lain.

Cara menanam bawang merah di rumah yang dijelaskan diatas sangatlah mudah diterapkan. Sebab bawang termasuk tanaman yang tidak memerlukan kerumitan untuk menumbuhkannya. Setiap orang dapat menumbuhkannya. Hasil panennya dapat dijual atau dipergunakan sendiri.

Mudah bukan? Nah, jika Anda penasaran cara budidaya yang lainnya, jangan khawatir karena cekaja.com menyajikan berbagai informasi yang lengkap terkaitnya. Penasaran bagaimana? Langsung saja kunjungi link berikut ini.

https://www.cekaja.com/info/cara-budidaya-bawang-merah/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *